Hari ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi kembali bergerak positif dengan potensi menguji level psikologis 2.400. Selain karena kondisi bursa regional yang terus bergerak stabil, penguatan indeks juga tertopang faktor teknikal yang membentuk pola golden cross alias konfirmasi tren bullish.
“Semua indikator teknis menunjukkan tanda-tanda positif. Besok (hari ini) indeks berpeluang naik terbatas karena sudah rawan profit taking setelah reli lima hari berturut-turut,” kata Gifar Indra Sakti, analis Kresna Securities kepada Jurnal Nasional, Senin (5/5).
Aura penguatan semakin kuat jika menilik volume transaksi saham kemarin sebanyak 3,36 miliar lembar, lebih tinggi dibandingkan rata-rata perdagangan sebelumnya. Ini menandakan, investor haus membeli saham, khususnya milik perusahaan yang membukukan peningkatan kinerja signifikan pada kuartal I-2008.
Gifar memperkirakan, IHSG bergerak antara batas bawah (support) di 2.366 dan batas atas (resistance) di 2.399. Indeks berpotensi menembus level resistance kedua di 2.410 jika Rapat Dewan Gubernur (RDG) memutuskan tak menaikkan suku bunga, sesuai ekspektasi pasar.
Tapi, bila yang terjadi sebaliknya dan kondisi bursa regional kurang mendukung, besar kemungkinan IHSG bakal tertekan aksi ambil untung. Karenanya, investor diminta untuk kembali menerapkan strategi trading jangka pendek sembari melakukan akumulasi bertahap saham-saham unggulan yang masih memiliki potensi kenaikan harga. Antara lain, PGAS, UNTR, BDMN, INDF, dan SMGR.
Pada perdagangan kemarin IHSG ditutup menguat signifikan 45,226 poin (1,93 persen) di posisi 2.387,986. Indeks saham-saham terlikuid LQ45 ikut terangkat 10,643 poin (2,11 persen) menjadi 514,450 dan Jakarta Islamic Index naik 8,685 poin (2,03 persen) ke level 436,605.
Semua sektor menguat dengan sektor pertambangan dan konsumer mencatat kenaikan tertinggi masing-masing 2,86 persen dan 2,5 persen. Volume transaksi tercatat 3,36 miliar saham senilai Rp4,51 triliun. Frekuensi saham berpindah tangan mencapai 65.552 kali. Sebanyak 145 saham naik, 62 saham turun, dan 53 saham lainnya stagnan.
Saham-saham yang berada di kelompok top gainer antara lain, GDYR yang naik Rp1.200 menjadi Rp16.800, PGAS menguat Rp450 menjadi Rp12.600, dan ASII naik Rp450 menjadi Rp 21.500. Sementara saham yang berada di top looser antara lain MERK yang terkoreksi Rp3.000 menjadi Rp50.000, SMAR turun Rp100 menjadi Rp7.400, dan BRPT turun Rp90 menjadi Rp1.400.